Sejumlah guru merasa bersyukur dengan pemberian insentif atau tunjangan dari pemerintah karena bisa membantu perekonomian dan memenuhi semua kebutuhan keluarga.
Hal itu dirasakan oleh, guru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Bendungan Hilir, Jakarta Ismi Ifarianti.
Sebagai seorang pendidik jenjang TK, Ismi sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima tunjangan dari pemerintah. Ia merasa jerih payahnya sebagai guru sangat dihargai pemerintah.
“Tunjangan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan,” kata Ismi dikutip dari keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Bisa fokus mengajar
Ismi mengaku menjadi lebih fokus mengajar, serta lebih semangat mendampingi anak-anak sekolah kami untuk belajar dan tumbuh berkembang.
“Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” ujar Ismi.
Senada dengan Ismi, guru SD Negeri Cimone 3, Tangerang, Banten Tiar Krisnawan juga menilai, tunjangan ini sangat berperan penting sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru.
Tunjangan ini, kata dia, sangat bermanfaat dari sisi ekonomi dan keseimbangan hidupnya sebagai guru. Ia juga merasa kinerjanya dihargai.
“Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” kata Tiar.
Salurkan Tunjangan Profesi kepada lebih dari 400.000 guru
Adapun untuk guru non-ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi kepada lebih dari 400.000 guru.
Kemudian tunjangan khusus pada lebih dari 43.000 guru, insentif kepada lebih dari 365.000 guru.
Serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada lebih dari 253.000 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
Sedangkan untuk guru ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru.
Sedangakan, tunjangan khusus telah tersalurkan kepada lebih dari 57.000 guru. Dana Tambahan Penghasilan tersalurkan kepada lebih dari 191.000 guru.




